
Tamanrirto, 24 Agustus 2025 – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara menyelenggarakan kajian rutin Malam Selasa (21/07/2025) di Masjid Muftahul Jannah yang dihadiri oleh warga PRM Tamantirto Utara dan sekitarnya. Jamaah kembali mendapat siraman rohani penuh makna dari Ustadz Purwanto, seorang pendakwah dan motivator Pancaran Qolbu. Beliau menyampaikan materi tentang empat sifat hamba yang bertakwa menurut Ali bin Abi Thalib . Dalam tausiahnya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur, menjaga niat ibadah, dan menyiapkan diri menjadi hamba Allah yang bertakwa.
Di awal ceramahnya, Ustadz Purwanto mencairkan suasana dengan sapaan hangat yang disambut tawa jamaah. “Sehat sedoyo? Angkat tangan yang banyak hutangnya. Semoga yang ngaku segera lunas. Amin. Karena yang melunasi hutang kita siapa? Allah. Jangan sombong, hidup kita hanya sementara. Hidup ini penuh dengan canda tawa,” ucapnya.
Beliau menekankan pentingnya rasa syukur dalam kondisi apapun. “Syukur adalah kalimat yang paling tepat. Apapun situasi dan keadaan kita, mari tetap mengucapkan alhamdulillah. Bersyukur itu harus diawali dengan hati, lalu dengan lisan, dan yang paling berat adalah bersyukur dengan amal perbuatan,” jelasnya.
Empat Sifat Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib
Dalam tausiahnya, Ustadz Purwanto menekankan bahwa keempat sifat ini adalah kunci bagi seorang hamba untuk mencapai rida Allah. Mengutip nasihat sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, Ustadz Purwanto menjelaskan empat sifat orang bertakwa:
Sifat pertama adalah memiliki rasa takut kepada Allah, Dzat Yang Maha Agung, Maha Tahu, dan Maha Menciptakan. Rasa takut ini harus membuat seorang hamba berhati-hati dalam menjalani hidup dan mawas diri, bahkan di tempat yang tersembunyi. Menurut Ustadz Purwanto, rasa takut kepada Allah adalah kunci ketakwaan. Orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mulk ayat 12.
Beliau menambahkan bahwa dalam memasuki tahun baru, ada empat hal yang perlu dievaluasi, salah satunya adalah sungguh-sungguh memohon agar menjadi hamba yang pandai bertobat dengan memperbanyak istigfar.
Sifat kedua adalah beramal sesuai dengan apa yang diwahyukan Allah dan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ustadz Purwanto mengingatkan pentingnya memastikan bahwa rezeki yang didapatkan adalah halal dan berkah. “Sedikit tapi barokah lebih baik daripada banyak tapi haram. Karena yang haram akan menghalangi kita menuju surga Allah,” ujarnya. Sesuatu yang didapatkan secara tidak halal tidak akan membawa keberkahan. Beliau mengutip QS Al Baqorah 277, bahwa amal perbuatan yang baik, termasuk salat, menunaikan zakat, dan mengerjakan kebajikan akan mendatangkan pahala dan menghilangkan rasa takut serta kesedihan.
Sifat ketiga adalah merasa cukup dan rida dengan apa yang diberikan Allah. Sifat ini mendorong seorang hamba untuk tidak berlebihan dan ringan tangan untuk berbagi. Menurutnya, seorang hamba yang ridha tidak akan terjerumus pada keserakahan. “Kalau sudah ridha, hidup terasa ringan. Bahkan rezeki yang sedikit pun bisa membawa keberkahan,” jelasnya.Beliau juga mengingatkan kembali jamaah QS Ibrahim ayat 7 tentang barang siapa yang bersyukur Allah akan menambahkan nikmatNya.
Ustadz Purwanto juga berbagi kiat untuk menyelesaikan masalah, yaitu dengan: berwudu, salat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berbuat baik kepada sesama. Ia menekankan bahwa Allah akan menguji hamba-Nya dengan kenikmatan, musibah, dan penilaian orang lain, namun yang terberat adalah hawa nafsu.
Sifat terakhir adalah senantiasa menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian yang senada dengan QS Hasyr ayat 18. “Kematian pasti datang. Jangan katakan tidak siap. Bekal yang paling penting adalah iman, amal, dan istiqamah,” tegasnya . Ustadz Purwanto mengingatkan bahwa setiap yang hidup pasti akan merasakan mati. Untuk mempersiapkan diri, beliau mengajak jemaah untuk menerapkan filosofi empat K: Komitmen, Profesional, Konsekuen, dan Konsisten.
Menjaga Niat dan Konsistensi Ibadah
Lebih jauh, Ustadz Purwanto mengingatkan agar niat dalam beribadah tidak mudah goyah. “Niat itu bisa berubah di tiga tempat: saat merencanakan, saat menjalankan, dan saat menanti hasil. Setan tidak pernah berhenti menggoda. Karena itu kita harus istiqamah,” pesannya.
Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga salat, tadarus Al-Qur’an, menuntut ilmu, serta memiliki akhlakul karimah. “Mari kita wujudkan tiga kunci hidup: iman, ilmu, dan amal. Kalau iman hadir, ilmu pasti bermanfaat. Dan dengan ilmu yang menyatu dengan iman, amal kita akan sempurna,” ucapnya penuh semangat.
Di akhir pengajian, jamaah diajak mengulang ikrar empat aksi sukses: menjaga salat, tadarus Al-Qur’an, thalabul ilmi, dan memiliki akhlakul karimah. Suasana pun semakin khidmat ketika Ustadz Purwanto memimpin doa dengan penuh kekhusyukan.
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami. Jadikan keluarga kami sakinah, mawaddah, wa rahmah. Berikan kesempatan pada kami husnul khatimah. Amin,” lantunnya, diikuti jamaah dengan haru.
Kajian ditutup dengan takbir bersama dan saling bersalaman antarjamaah. “Alhamdulillah semangat,” terdengar ucapan jamaah saling menyapa. Wajah-wajah yang hadir tampak cerah, seolah pulang membawa bekal iman, ilmu, dan semangat baru untuk memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. (wd)
Untuk mendengarkan materi pengajian kunjungi Channel Youtube PRM Tamantirto Utara atau klik https://www.youtube.com/watch?v=8vaVqWpMw9A.
Donasi dakwah bisa disalurkan dikirim melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI, kode: 451) 𝟳𝟬𝟵 𝟵𝟭𝟵 𝟯𝟵𝟵𝟯 a.n PRM Tamantirto Utara